Gambar

Janji Politik Berujung Laporan Polisi: Calvin Paginda dan Dugaan Aliran Dana ke Lingkaran Elite Golkar

  • Bagikan

JURNALHIMPASUS.COM | SULUT – Nama politisi Golkar, Calvin Paginda, kembali menjadi sorotan panas publik. Kasus dugaan penipuan yang menyeret dirinya seolah belum mendingin, kini justru melebar dan makin memalukan. Setelah sebelumnya dijemput paksa oleh penyidik Polda Sulut akibat mangkir dari panggilan, Paginda kembali dilaporkan atas dugaan penipuan senilai Rp675 juta, dengan indikasi aliran dana ke petinggi partai Golkar.

Laporan terbaru ini diajukan oleh Tony Haniko, kuasa hukum Olga Singkoh, yang menilai Paginda tidak hanya merugikan kliennya secara materi, tetapi juga diduga mempermainkan kepercayaan politik demi kepentingan tertentu.

“Klien kami sudah cukup bersabar. Hampir satu tahun diberikan waktu untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, namun tidak ada itikad baik sama sekali. Kerugian klien kami mencapai ratusan juta rupiah. Karena itu, kami tempuh jalur hukum,” tegas Haniko kepada wartawan, Selasa (20/6/2026).

Kasus ini bermula pada Agustus 2024, saat Paginda diduga menawarkan “jalan mulus” kepada korban untuk dicalonkan sebagai Bupati Minahasa periode 2024–2029 melalui Partai Golkar. Kepada korban, Paginda berjanji akan mengurus seluruh dokumen dan tahapan pencalonan. Namun realitas berkata lain: Golkar justru mengusung kandidat lain, sementara dana ratusan juta rupiah yang telah disetor korban tak pernah kembali.

Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp675 juta dan memilih melapor ke Polda Sulut karena merasa ditipu secara sistematis.
Lebih mencengangkan, kuasa hukum korban menyebut adanya indikasi kuat bahwa dana tersebut tidak hanya berhenti di tangan Calvin Paginda.

“Kami sudah mendalami perkara ini. Ada indikasi kuat, termasuk bukti komunikasi, yang mengarah bahwa uang klien kami mengalir ke pihak lain. Semua ini akan kami buka secara terang di hadapan penyidik,” ujar Haniko dengan nada tegas.

Pernyataan ini sontak memantik spekulasi liar di internal Golkar Sulut, terutama mengingat kedekatan Paginda dengan elite partai, termasuk Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Michaela E. Paruntu (MEP).

Seorang politisi senior Golkar Sulut yang enggan disebutkan namanya bahkan secara terbuka mempertanyakan logika kasus ini.

“Emangnya siapa Calvin? Tidak masuk akal kalau orang tanpa pengaruh besar di partai berani meminta uang ke kader, apalagi jumlahnya ratusan juta dan bukan hanya ke satu orang. Ini jelas mencurigakan,” ujarnya.

Ia pun mendesak aparat penegak hukum untuk membongkar siapa aktor sebenarnya di balik Paginda, agar kasus ini tidak menjadi noda hitam berkepanjangan bagi Golkar Sulut di bawah kepemimpinan CEP.

“Kalau ini tidak dibuka tuntas, nama besar Golkar yang akan terus tercoreng. Saya yakin Calvin bukan pemain tunggal,” tegasnya.

Sementara itu, MEP, yang namanya ikut disebut-sebut dalam dugaan aliran dana, membantah keras keterlibatan dirinya. Saat dikonfirmasi via WhatsApp, MEP menegaskan tidak mengetahui apa pun terkait kasus tersebut.

“Saya tidak ada sangkut pautnya dengan berita ini. Kenapa digiring opini demikian? Saya tidak tahu apa-apa mengenai hal ini,” tulis MEP. (TIM)

HIMPASUS Gambar Gambar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *