MANADO, JURNALHIMPASUS.COM – Kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan V Himpunan Penjelajah Alam Terbuka Spizaetus (HIMPASUS), yang digelar pada 26–28 September 2025 di kaki Gunung Dua Sudara, tercoreng oleh adanya insiden kekerasan fisik terhadap peserta.
Dalam keterangan resmi, Ketua Panitia Diksar Angkatan V, Kifly Polapa, menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya merupakan kelalaian panitia pelaksana, bukan bagian dari budaya ataupun nilai organisasi HIMPASUS.
“Sebagai Ketua Panitia, saya bertanggung jawab penuh atas insiden yang terjadi. Tindakan berupa menampar maupun mendorong dengan kaki yang dilakukan oleh dua senior, adalah kelalaian fatal panitia dan sama sekali tidak dibenarkan dalam pendidikan HIMPASUS. Itu bukan tradisi, apalagi budaya organisasi, melainkan murni kesalahan panitia di bawah tanggung jawab saya,” tegas Kifly Polapa.
“Sebagai Ketua Panitia, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan terutama keluarga korban. Kami siap bertanggung jawab sepenuhnya, bukan hanya dengan mengakui kesalahan dan menindak tegas panitia yang terlibat, tetapi juga dengan menanggung biaya pengobatan serta mengganti semua kerugian yang dialami akibat insiden ini.”
Di sisi lain, pihak HIMPASUS menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pendidikan, mekanisme kepanitiaan, serta pengawasan dalam setiap kegiatan. Langkah ini dianggap penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi pada kegiatan berikutnya.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami menegaskan kembali bahwa kekerasan dalam Diksar Angkatan V sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai HIMPASUS. Budaya organisasi kami tidak pernah mengajarkan kekerasan, dan kejadian ini murni merupakan kesalahan panitia,” pungkas Kifly Polapa.
Dengan demikian, HIMPASUS memastikan bahwa insiden dalam Diksar Angkatan V adalah tanggung jawab penuh panitia pelaksana, serta menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan mendalam dan pengawasan ketat demi menjaga nama baik organisasi serta keselamatan anggota di masa mendatang. (Aldi)















